Ilmuwan
mengklaim menemukan kandidat "bulan luar Tata Surya" melalui teknik
mikrolensing gravitasi. Teknik ini mendeteksi objek yang jauh tanpa
menghiraukan cahaya yang dipancarkan.
Ilmuwan memata-matai
bintang kecil yang dilingkari planet 18 kali massa Bumi. Ternyata,
terlihat sebuah planet yang lebih besar dari Jupiter berkolaborasi
dengan bulan yang bobotnya kurang dari bobot Bumi.
Namun, karena
pertemuan antara planet dan bulan itu masih acak, maka sejauh ini
ilmuwan belum yakin menetapkan kandidat bulan Tata Surya. Ilmuwan hingga
saat ini masih terus mendalami apakah yang mereka lihat benar-benar
bulan luar Tata Surya, masih menjadi misteri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar