Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan bulan tertutup
bayangan bumi. Warna kemerahan tampak karena pantulan sinar matahari
yang dibiaskan oleh atmosfer bumi.
Noah Petro, peneliti NASA di Goddard Space Flight Centre menjelaskan, "Efeknya sangat halus, dan jika ada bagian bulan yang teriluminasi di matahari, maka Anda tidak bisa melihat fenomena bulan darahnya."
Gerhana bulan darah kali ini bisa terlihat dari Amerika, Eropa, Afrika,
bagian barat Asia dan timur Pasifik, selama sekitar 1 jam dari pukul
02:11 GMT (28/09).
Pada fenomena langka ini, bulan darah akan terlihat 30 persen lebih terang dan 14 persen lebih besar karena posisinya yang lebih dekat ke bumi dibanding titik lain pada orbit eliptisnya.
Noah Petro, peneliti NASA di Goddard Space Flight Centre menjelaskan, "Efeknya sangat halus, dan jika ada bagian bulan yang teriluminasi di matahari, maka Anda tidak bisa melihat fenomena bulan darahnya."
Pada fenomena langka ini, bulan darah akan terlihat 30 persen lebih terang dan 14 persen lebih besar karena posisinya yang lebih dekat ke bumi dibanding titik lain pada orbit eliptisnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar